Penanaman Perdana Hotong Menjadi Langkah Nyata Menuju Kemandirian Pangan Maluku

Nov 21, 2025 | Berita, Publikasi

AMBON – Upaya mewujudkan kemandirian pangan dan memperkuat ketahanan pangan lokal di Provinsi Maluku kembali menunjukkan progres positif. Pada Kamis (20/11/2025), dilakukan penanaman perdana Hotong di lahan seluas 1 hektar pada kawasan Balai Benih Induk (BBI) Hortikultura, Dusun Telaga Kodok, Kecamatan Leihitu, Pulau Ambon.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Dinas Pertanian Provinsi Maluku dan Pimpinan Wilayah GP Ansor, serta didukung oleh PT Suryaqua Teknologi Indonesia, yang menghadirkan satu unit pompa tenaga surya untuk menunjang kebutuhan irigasi di BBI Telaga Kodok. Dukungan tersebut menjadi simbol komitmen bersama untuk mengangkat Hotong sebagai pangan lokal bernutrisi tinggi sekaligus menjaga keberagaman sumber daya alam Maluku.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, jajaran Forkopimda, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku, Kepala Dinas Pertanian Maluku Ilham Tauda, Ketua Umum serta Sekretaris Jenderal PP GP Ansor, dan berbagai tamu undangan lainnya yang memberikan dukungan atas langkah strategis ini.

Penanaman Hotong ini menjadi tindak lanjut arahan Gubernur Maluku untuk memperkuat kembali pangan lokal yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Hotong (Setaria italica L. Beauv), yang merupakan tanaman asli Pulau Buru, telah terdaftar sebagai varietas lokal dengan nomor pendaftaran 37/PVL/2011. Keunggulan Hotong yang tahan kekeringan, rendah kebutuhan air, dan mampu tumbuh di lahan marginal menjadikannya solusi bagi pengembangan pertanian di wilayah dengan kondisi ekologis beragam.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Abdullah Vanath menegaskan bahwa pengembangan Hotong merupakan langkah nyata dalam upaya mengurangi ketergantungan impor dan memperkuat kedaulatan pangan daerah.

“Penanaman Hotong adalah langkah konkret kita untuk mendukung ketahanan pangan. Hotong bukan hanya sebagai alternatif pangan, tetapi juga sebagai sumber pendapatan bagi petani, dengan harapan dapat meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujarnya.

Selain memberikan dukungan sarana irigasi, kegiatan ini juga menjadi bentuk kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta. Teknologi pompa tenaga surya dari PT Suryaqua memberikan efisiensi dalam pemanfaatan air, sehingga proses budidaya dapat dilakukan dengan lebih hemat biaya dan ramah lingkungan.

Pada kesempatan yang sama, dilakukan pula peninjauan lapangan untuk memastikan kesiapan lahan, termasuk sistem irigasi dan penerapan teknologi yang tersedia. Para peserta mendapatkan penjelasan mengenai teknik budidaya Hotong, tata cara pengelolaan tanam yang baik, serta strategi peningkatan produktivitas agar hasil panen dapat memenuhi kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan. Kegiatan pendampingan ini diharapkan menjadi langkah awal agar petani dapat mengembangkan Hotong dengan lebih optimal di berbagai wilayah Maluku.

Ketua Umum PP GP Ansor, Addin Jauharudin, menyampaikan apresiasinya terhadap langkah yang diambil Pemerintah Provinsi Maluku.

“Hotong adalah warisan pangan lokal yang memiliki banyak kegunaan, mulai dari nasi, papeda, hingga bubur. Dengan merawat dan mengembangkannya, kita bukan hanya menjaga kemandirian pangan, tetapi juga memberdayakan masyarakat dan mengangkat derajat petani,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Maluku, Ilham Tauda, menegaskan bahwa Hotong memiliki potensi besar untuk dikembangkan tidak hanya di Pulau Buru tetapi juga di berbagai wilayah lain di Maluku. Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa penguatan pangan lokal dapat dicapai melalui kerja bersama antar berbagai pihak, dengan mengedepankan inovasi dan teknologi pertanian yang tepat guna.

Penanaman perdana ini diharapkan menjadi pintu pembuka bagi pengembangan komoditas lokal lain yang memiliki nilai strategis bagi ketahanan pangan daerah. Pemerintah Provinsi Maluku menargetkan agar gerakan ini dapat diperluas hingga tingkat kabupaten/kota sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat ekonomi dan sosial dari pengembangan pangan lokal.

Dengan sinergi yang terbangun, langkah awal ini menegaskan bahwa Maluku memiliki potensi besar untuk mencapai kemandirian pangan yang berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan petani, serta menjaga kelestarian sumber daya alam demi generasi mendatang.