Distan Maluku dan BRMP Gelar Rakor Evaluasi LTT: Tegaskan Percepatan Tanam dan Penyaluran Pupuk di Seluruh Kabupaten/Kota

Des 2, 2025 | Berita

Ambon — Dinas Pertanian Provinsi Maluku bersama Balai Penerapan Modernisasi Pertanian
(BRMP) Maluku menggelar Rapat Koordinasi Evaluasi Luas Tambah Tanam (LTT) padi pada 2
Desember 2025 di Hotel Santika Ambon. Kegiatan ini bertujuan mempercepat capaian target
tanam padi, memperlancar penyaluran pupuk bersubsidi, serta memastikan sinkronisasi data
pertanian antara pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.
Rakor ini dihadiri secara luring oleh Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku, Kepala BRMP
Maluku, Perwakilan Perum BULOG Divre Maluku–Maluku Utara, Perwakialn Balai Wilayah
Sungai Maluku, Perwakilan Balai Perhutanan Sosial Ambon, Perwakilan Pupuk Indonesia Cabang
Ambon, Perwakilan Perusahaan Perdagangan Indonesia Cabang Ambon, Kepala UPTD Balai
Perlindungan Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (BPTPHP), Kepala UPTD Balai
Pengawasan dan Sertifikasi Benih/Bibit Pertanian dan Peternakan (BPSBBPP), Kepala UPTD
Balai Benih Padi Palawija dan Hortikultura (BBPPH), Kepala Bidang Tanaman Pangan dan
Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Provinsi Maluku. Sementara itu, peserta yang hadir secara
daring melalui Zoom Meeting meliputi Kepala BBPPTP Ambon, Kepala Dinas Pertanian
Kabupaten/Kota se-Provinsi Maluku, para penyuluh pertanian, petugas SiPDPS di seluruh
kabupaten/kota, serta perwakilan dari CV Diana dan CV Indo Sarana Inti.

Rakor dipimpin oleh Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku, Dr. Ilham Tauda, S.P., M.Si.,
didampingi Kepala BRMP Maluku, Dr. Gunawan, S.TP., M.Si. Kadis Pertanian menyampaikan
apresiasi kepada BRMP Maluku yang telah memfasilitasi jalannya kegiatan ini, sekaligus
menegaskan percepatan tanam khususnya bagi daerah dengan realisasi rendah.
Berdasarkan capaian kesanggupan kabupaten tahun 2025 untuk padi reguler, Maluku Tengah telah
mencapai 82%, Kabupaten Buru 83%, dan Seram Bagian Barat 101%. Namun, Seram Bagian
Timur baru mencapai 25%, disebabkan karena belum terselesaikannya perbaikan jaringan irigasi.
Terkait pupuk bersubsidi, Kadis menegaskan bahwa penyaluran harus minimal 75%, dan pupuk
Urea diharapkan bisa melebihi target tersebut. Beliau juga menyoroti daerah yang penginputan
RDKK-nya masih 0%, yaitu Kepulauan Tanimbar, Maluku Barat Daya, dan Buru Selatan,
sehingga menjadi perhatian untuk evaluasi.

Kepala BRMP Maluku menyampaikan bahwa terjadi perbedaan target antara pusat dan daerah
yang akan segera diselaraskan. Hingga 30 November 2025, LTT padi sawah mencapai 20.077
hektar (76,5%), sedangkan padi gogo mencapai 6.724 hektar (62,44%). Pusat menargetkan
tambahan 3.499 hektar pada Desember. Peluang terbesar peningkatan LTT padi sawah berada di
Buru, SBB, SBT, dan Maluku Tengah, sementara padi gogo berpotensi besar di Kepulauan
Tanimbar.

Rakor menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor, percepatan tanam, dan pemutakhiran data
yang akurat. Diharapkan seluruh kabupaten/kota dapat menuntaskan capaian LTT akhir tahun
2025 untuk memperkuat produksi padi dan ketahanan pangan Maluku serta nasional.